Cerita Sex: Chece Miranti

Cersex artikel dewasa khususnya Cerita Sex – Chece Miranti Terbaru 2016cerita-sex-chece-miranti

Cheche Miranti seorang wanita yg alim dan religius yg akhirnya jatuh dalam lembah kenistaan bersamaku. Wanita berkerudung ini akhirnya mau menikmati lendir yg kuberikan. Justru sikap kealiman dan sangat religiusnya Chece Miranti ini membuat aku menjadi sangat ngesum berat, apalagi dengan jilbabnya yg anggun dan menambah aura kecantikan, benak kotorku, akan lebih cantik jika Cheche Miranti bertelanjang dengan menyisakan jilbabnya.

Walau secara umum aku mengenal Cheche Miranti ketika masih sama sama kuliah di bilangan Jakarta Selatan agak pojokan dikit dekat Depok. Siapa bilang artis ini tidak doyan selingkuh, kebebasannya menjadi terbatas ketika memakai jilbab, tidak mudah memang mengekang hawa nafsu jika sudah berubah alim. Terkadang wanita ini sering menggigit bibirnya dalam acara yg menyinggung tentang sex.

Cerita Sex Terbaru | Kebetulan Cheche Miranti rumahnya tidak jauh dengan tempat aku tinggal, hanya berjarak beberapa rumah, aku cukup dikenalnya sebagai orang yg membangun jaringan wifi di perumahan kami, bahkan aku yg mendorong generasi muda untuk bisa melek internet. Pertemuanku pertama kali dengan CC ketika menset komputer untuk menyambung internet. Aku merasa kaget ketika Cheche Miranti menanyakan apakah wifi yg dilanggan bisa mengeblock situs dewasa. Aku hanya menjawab

“Tergantung sih Tante .. tapi saya berusaha menfilter situs dewasa.. kita gunakan dns nawala saja, walau tidak 100 % mengeblok”
“Trus bagaimana kalo membobolnya, katanya pemerintah sudah memblok .. kok masih lolos “ tanya Cheche Miranti dengan memandang ke arah monitor di mana aku membuka salah satu situs dewasa tidak bisa keakses, bukannya senang, Cheche Miranti justru malah menggigit bibirnya.

Entah tak tahu apakah wanita ini kawatir tidak bisa melihat k0ntol selain suaminya ataukah miris karena banyaknya video dewasa.

Aku akhirnya pamit meninggalkan rumahnya itu. Namun esoknya setelah aku menggarap Inneke Koesherawati di rumahnya, pagi itu aku pulang dengan badan babak belur. Entah kenapa ada sms masuk dari orang tak dikenal diminta datang ke rumah Cheche Miranti untuk mengecek komputernya karena banyak virus.

Aku mandi berendam dulu agar badanku rileks, kurasakan air hangat itu memijat tubuhku, hampir setengah jam aku berendam, kulihat k0ntolku ngaceng membaygkan wanita yg sudah entah berapa kali aku setubuhi, tidak yg suka dewasa, bahkan yg religius seperti Marissa Haque dan Elma Theana mengerang erang kugenjot vaginanya. Benak wajah cantik dan moleknya Cheche Miranti sampai membuatku menelan ludah.

Aku datang dengan rapi dan wangi, sesampai di rumahnya aku tidak dibukakan pintu walaupun sudah mengetuk keras, rumahnya sepi karena suaminya bekerja keluar. Padahal Cheche Miranti sudah mengabari aku, sehingga aku terpaksa memanggilnya, tidak ada sahutan, ketika aku menengok ke belakang rumahnya, dapurnya terbuka, hhhmm.. masuk tidak .. masuk tidak .. naluriku mendorong untuk masuk lewat dapur, masakan air sudah mendidih sehingga aku mematikan, kututup pintu dapur itu. Belum menginjak pintu dapur ke arah ruang tengah itu, kudengar suara desisan dari kamar bersahutan dengan dendang irama musik pop.

“Aaaaaaaaaaauuuh sssssssshh ssssssssssh .. “ desisnya sangat kentara.

Hhhmmm siapa yg menyetubuhi Cheche Miranti siang siang begini. Aku penasaran dan mendekati suara itu, pintu kamar itu terbuka dengan lebarnya, kulongokan kepalaku dan terlihat Cheche Miranti membelakangi aku sedang berdesis marturbasi. Ck ck ck ck .. doyan masturbasi juga ini wanita alim. K0ntol langsung naik dengan voltage tinggi.

Aku mengendap masuk pelan pelan, Cheche Miranti masih masturbasi, entah menggunakan apa, barulah ketika aku semakin dekat kulihat tangan Cheche Miranti memegang terong keluar masuk vaginanya. Aku menjadi semakin horny melihat kemolekan tubuhnya, pahanya yg mulus, roknya disingkapkan itu, bagian atas masih menggunakan gamis lengkap beserta jilbabnya.

Aku naik ke ranjang, merasakan ada gerakan di belakang Cheche Miranti langsung kaget tak karuan

“Aaaaaaaaah ..siapaaaaa kaaaaaaaau “ pekik Cheche Miranti dengan menutup selakangannya dengan rok, namun aku keburu memeluknya
“Tenang Tante .. ini Burhaaaaan “ sapaku dengan memegang buah dadanya yg kenyal itu
“Jangan Haan .. Burhaaaaaan jaangaaaaan “ teriak Cheche Miranti dengan suara yg hampir keras, namun aku sudah membekap mulutnya.

Cheche Miranti berusaha melepaskan pelukanku namun aku sudah keburu nafsu, tanganku menyelinap masuk ke roknya, kurasakan kelembutan vaginanya basah kunyuk.

Cheche Miranti berusaha berontak keras melepaskan dekapanku yg semakin nakal.

“Haan .. aku istri yg setiaa .. jangan lakukan .. tolong .. jangan lakukan “ pekik Cheche Miranti dengan mencakar ke lenganku.
“Kugantikan terongmu dengan kontol besarku .. “ bisiku dengan penuh birahi
“Jangan aaaaaaah dosaaa taaauk “ ujar Cheche Miranti semakin kesal karena aku tidak menyerah, kuusap vaginanya dengan jari jariku, kuremas buah dadanya agar semakin terangsang, kujilati telinganya
“Oh Jangan .. tolong .. tolong .. “ suara Cheche Miranti melemah karena kubekap kemudian dan aku berhasrat menggeluti wanita ini.
“Nikmati aja Tante Cheche .. nikmat kok kontolkuu “ sahutku lagi, Cheche Miranti masih meronta ronta dengan kuat, apalagi aku sudah membuka resluting celanaku, batangku sudah keluar dari celanaku walau aku tidak memelorotkan sampai ke dengkul.

Kutarik tangan Cheche Miranti yg mencakar itu, kemudian kukunci ke belakang, dan kuarahkan ke k0ntolku.

Cheche Miranti langsung mendelik kaget kalo tangannya kini malah memegang batangku.

“Besaaaaaaaar khan ?” tanyaku dengan menjilati pipinya
“Burhaaaan .. ini dosaaa .. ingat Burhaan .. aakuu istri orang .. “
“Siapa bilang kamu istri monyet .. “ kataku menggoda membuat Cheche Miranti semakin kesal dan hendak melepaskan dari k0ntolku yg sudah ngaceng itu, kutarik gamisnya dengan paksa.
“Breeeeeeeeeeeeeeeeeeet “ terdengar sobekan gamis itu
“Oh Toloong .. ampuni akuu jangan perkosa aaaaaakuu “ ujar Cheche Miranti semakin tidak kuat lagi memberontak.
“Kita akan berpesta birahi, Tante .. tubuh tante makin seksi dan montok .. aku pengin bercinta denganmu tante .. “ kataku dengan memasukan jariku ke dala vaginanya,

Cheche Miranti langsung melotot dan kemudian memejamkan matanya, kukorek vaginanya dengan memaju mundurkan dua jariku mengobok obok vaginanya

“Ohh .. eeeeeeh .hhhhhhmmm .ssssssshh sssssshh hhhh” kembali Cheche Miranti mendesis birahi, aku semakin di atas angin,

kuremas buah dadanya yg masih ber bra itu, kuserongkan branya dengan segera tanpa melepaskan kaitan branya, kuremas dengan lembut, kurasakan kelembutan buah dadanya, jilbabnya masih di kepalanya

“Ssssssssshh ssssssssssh sshh hhhhh .. jangaaan aaaaaah eeeeeh ,.. eenaaaak … “ desis Cheche Miranti dengan mendesis semakin santer,

kudorong tubuhnya dan kubalik, lalu kutindih dengan gemas, Cheche Miranti membuka matanya dan melotot kembali dengan marah, namu terlambat aku sudah memegang batangku dan kuarahkan ke vaginanya.

“Haaaaan .. Burhaaaan aaaaaaaah .. jangan masukin ..jangaan aaaaah dosaaa aaaaaah ini, maksiaat .. “ pekik Cheche Miranti dengan berusaha melepaskan kontolku yg sudah menekan ke vaginanya yg membengkak itu,

k0ntolku tanpa kesulitan menerobos vaginanya, Cheche Miranti semakin terpekik dan pasrah.

“Nikmati saja Tante .. Tante suka diewe khan “ tanyaku dengan mengelus elus pahanya yg mulus itu, k0ntolku kutekan lagi dan melesak lebih dalam
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah .. “ erang Cheche Miranti tidak tahan. Kutarik dan kusodok lagi, kali ini Cheche Miranti malah memejamkan matanya.

Kusodok lagi dan kusodok lagi Cheche Miranti semakin menikmati sodokanku.

“Burhaan . berhenti ..aaaaaaah ..jangaan .. jangaaan .. berhenti .. “ Cheche Miranti semakin terbawa nafsu, k0ntolku semakin lancar mengoyak vaginanya itu, padahal tubuh kami masih memakai pakaian dengan tak karuan, kugenjot vaginanya, kutindih kembali.

Dan aku langsung melumat bibirnya. Cheche Miranti tidak menanggapi lumatanku, namun tangannya meremas sprei dengan sangat kuatnya.

“Ayoo goyg tante .. tante enak banget dientotin .. “ kata kataku semakin menekan dalam Cheche Miranti sampai kesakitan dimasukin kontolku yg besar itu. Cheche Miranti menjerit keras
“Oooooh Ya Tuhaaaan .aaaaaaaaah .. aaaaaauh .. gawukku aaaaah sakit ..aaaaaaaauh Burhaan jangaan .. aaah jangaaaan .. tolong .. jangaaaaaaaaaan Oh .. sssh ssshhh ..jangaan… berhenti aaah stop .. aah teruuss .. “ logika Cheche Miranti semakin tidak jalan karena keenakan, kugenjot dengan cepat.

Cheche Miranti memejamkan matanya menikmati sodokanku, kulumat kembali bibirnya, lama tak ada sambutan, barulah setelah aku tak menyerah merangsang Cheche Miranti, dengan meremas buah dadanya Cheche Miranti baru menanggapai lumatanku, walau masih canggung, lama lama Cheche Miranti menikmati permainanku.

“Burhaan ..sekali saja yaa .. jangan keterusan ..dosa tau .. “ ujar Cheche Miranti dengan menghindar lumatanku dan kini malah ikut bergerak menggoyg pantatnya, aku menjadi senang kugenjot lebih cepat.
“kau akan ketagihan kontolku sayaaaaaaang “ kataku merayu.
“Oh sakitnyaa aaaaaah enaaaaaak .. terusin .. teruuusin .. aakuu hampir muncaaaaaak “ jerit Cheche Miranti dengen memejammkan matanya.
“rasanyaa aaaaaaaaaah nikmaaaaaaaaat sssssshh ..hhh “ pekik Cheche Miranti lagi.

Genjotanku kubuat semakin cepat, jepitan vaginanya semakin menyempit, kuremas buah dadanya, kuangkat badanku dan kusodok sodok dengan keras dan mantap, Cheche Miranti menjadi tergoncang goncang, jilbabnya hampir lepas namun masih menutup sebagian kepalanya

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaauuuuuuuuuh “ lenguh Cheche Miranti dengan berkelonjotan setelah menegang, kurasakan vaginanya banjir cairan panas membasasi batangku.

Nafas Cheche Miranti berantakan. Kudiamkan tubuhnya yg kutindih itu, kuciumi lehernya itu.

Tak berapa lama kemudian Cheche Miranti membuka matanya

“Burhaan ..sudah ! sudah ! aku tak mau lagi .. ini dosa . dosa .. maksiaat “ tolak Cheche Miranti, namun lama lama tidak melawan lagi.
“tante kecewa sama urusan birahi ya sampai masturbasi .. “
“Habis .. suamiku susah diajak gituan sih “
“Kalo begitu aku menyodorkan kontolku untuk dinikmati tante .. “ ajakku lagi meracun hati dan pikiran warasnya.
“Tapi .. Burhan .. aku takut ketahuan .. ini selingkuh namanya “ ujar Cheche Miranti dengan kawatir
“Tenang … Tante Cheche .. kita atur sajaa .. tante akan kuberi kepuasan tiada taranya .. enak khan kontolku yg besar itu .. sudah di dalam memek Tante Cheche .. “
“Hmmm ..eeeeeh .. uuuuh .. iyaa sih .. beda banget sama punya suamiku .. lebih sakit rasanyaa .. tapi nikmat tuh “ ujar Cheche Miranti dengan menghindar tatapanku yg rakus birahi itu.
“Gimana tante ? mau lanjut ?” tawarku
“Gini aja Han .. kalo kamu memuaskan aku .. adilah .. aku memang nggak puas sama suami .. main tancep ajaa .. tapi mau selingkuh nggak berani .. selain dosa juga takut dicerai “ ujar Cheche Miranti dengan mengelus elus punggungku
“Tenang aja Tante .. kita selesaikan saja hajat sekarang .. yuuk .. kita telanjang bulat .. aku akan memberikan kenikmatan yg beda .. tante dijamin puas deh “
“Jangan panggil tante deh .. Cheche sajaa “ ujar Cheche Miranti dengan tersenyum
“Trim Cheche .. “ kataku dengan bangun dan menarik k0ntolku, Cheche Miranti sampai menjerit kecil merasakan gesekan batangku.
“Aaaaaaaaaaaaaaaaauh .. sakit aaaaaaaaaah “ ujar Cheche Miranti sambil menggigit bibirnya, ketika bangun dan melihat batangku, Cheche Miranti langsung menutup mulutnya
“Haaaaaaaaaaaaaaaaaaah … iiih .. besar sekali .. gimana ya rasanya “ ujar Cheche Miranti dengan terpekik itu.
“Enak kok Chee .. bukankah kamu sudah kusodok sodok “
“Pantas .. vaginaku kesakitan tadi .. Uuuh .. oke deeh . kamu harus lepasin bajuku yaa .. janji ya puaskan akuu .. yuuk “ ajak Cheche Miranti dengan memegang batangku, lingkaran jari jarinya tidak bisa menjangkau diameternya,
kulepas gamisnya itu kebelakang, kusobek sisanya, kulepas branya.

Ketika hendak mencopot jilbabnya aku melarangnya. Buah dadanya benar benar kenyal dan punting tegak tersetrum birahi, kuremas buah dadanya.

“Haaan .. nakaal ya kamuu .. mainin susu milik istri oraang “ goda Cheche Miranti lagi.
“Aku suka kamu memakai jilbabmu sambil kuentotin Che .. “ sahutku yg disambut senyum Cheche Miranti.

Aku kemudian membuka pakaianku sampai telanjang bulat. habis kami sudah tanpa pakaian, kecuali jilbab yg melekat di kepala Cheche Miranti, Cheche Miranti langsung mendudukiku kemudian melumat bibirku dengan rakus, melumat dengan penuh nafsu dan birahi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*